Selasa, 01 Mei 2012

cara aman menjaga kadar HDL yang tinggi pada penyakit kolesterol

1. Pasang target. Kadar kolesterol diukur dalam satuan miligram (mg) kolesterol per desiliter (dL) darah. Sebagian besar orang harus mencapai kadar 60 mg/dL atau lebih. Jika di bawah 40 mg/dL akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
2.  Selalu mengkonsumsi makanan kaya serat . Makanan kaya serat ini bisa diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan
3.  Memilih susu rendah lemak. Tubuh kita sudah memproduksi 70-80% kebutuhan kolesterol, sehingga kita hanya butuh sedikit (20-30%) kolestarol dalam makanan dan minuman kita
4.  Meningkatkan aktivitas fisik /berolahraga secara teratur
5.  Memilih lemak yang baik. Diet yang sehat meliputi beberapa lemak
6.  Mempertahankan berat badan ideal dan mengurangi berat tubuh bagi yang kegemukan. Berat badan dapat mempengaruhi kadar kolesterol
7.  Memilih ikan daripada daging. Ikan lebih banyak kandungan protein dan omega yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan pembakaran lemak
8.  Jauhi orang yang sedang merokok. Merokok menurunkan kolesterol HDL dan meningkatkan kecenderungan darah anda menggumpal.
9.  Menambah suplemen alami dari makanan, antara lain asam lemak omega 3 (didapat dari ikan), omega 6 (di dapat dari kedelai, jagung), omega 9 (minyak zaitun satu sendok per hari, alpukat dan kacang rebus
10. Mengkonsumsi fitosterol 2 mg/hari. Fitosterol bisa didapatkan dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Agar lebih optimal penyerapannya, bahan pembawa fitosterol harus susu.
11. 

penyakit degeneratif


Istilah penyakit degeneratif akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan. Gaya hidup masyarakat yang konsumtif dan cenderung sedikit aktivitas disinyalir menjadi awal mula timbulnya penyakit tersebut. Penyakit degeneratif adalah istilah dalam medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan yang awalnya normal menjadi lebih buruk. Penyakit yang masuk dalam kategori ini adalah penyakit diabetes militus, stroke, jantung koroner, obesitas, disiplidemia, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit degeneratif memiliki hubungan yang sangat kuat dengan bertambahnya umur seseorang. Semakin tua umur seseorang maka akan semakin mudah terkena penyakit degenaratif, meskipun terkadang faktor keturunan juga berperan cukup besar. Penyakit degeneratif umumnya banyak menyerang masyarakat perkotaan. Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup akibat urbanisasi dan modernisasi. penyakit degeneratif dapat diartikan sebagai penyakit yang biasanya menyerang orang di usia tua namun saat ini sudah bergeser karena banyak diderita oleh orang-orang dengan usia muda. “Perubahan gaya hidup merupakan faktor utama penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Masyarakat menjadi gemar makan makanan yang tidak sehat dan malas bergerak,” . Dahulu penyakit degenaratif muncul ketika orang sudah masuk usia lanjut, hal ini dikarenakan makanan yang dikonsumsi masih alami tanpa ada campuran macam-macam zat. “Tapi sekarang penyakit degeneratif sudah banyak menjangkiti orang-orang di usia muda. Banyak di antara mereka meski umurnya baru 30-an tahun tapi sudah terkena serangan stroke, diabetes, jantung, dan lainnya. Penyebabnya ya berasal dari makanan tidak sehat yang dikonsumsi setiap hari, seperti junk food, fast food, atau makanan instan lainnya,”. Jenis makanan instan yang saat ini banyak beredar di masyarakat adalah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh (saturated fat), garam dan gula, serta bermacam-macam zat aditif seperti monosodium glutamate (MSG) dan tartrazine dengan kadar tinggi. Junk food misalnya, makanan jenis ini hampir tidak memiliki kandungan protein, vitamin ataupun serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski demikian makanan jenis ini sangat digemari oleh banyak orang. Buruknya Pola Makan, kebiasaan orang yang gemar mengonsumsi makanan yang tidak sehat ditambah dengan buruknya pola makan dan sedikit aktivitas akan mengakibatkan obesitas (kegemukan) yang juga menjadi penyebab penyakit degeneratif. “Orang yang sering ngemil, organ pencernaan dalam tubuhnya tidak pernah memiliki waktu untuk istirahat. Organ tubuh terus dipaksa untuk bekerja dan mengeluarkan enzim untuk pencernaan. Maka seperti halnya mesin jika terus menurus dipakai tanpa istirahat pasti akan mengalami kerusakan, akhirnya jadilah sakit,”. Tak hanya berasal dari makanan yang berharga mahal, penyakit degeneratif juga bisa muncul dari makanan gorengan yang banyak dijual di pinggir jalan. Makanan gorengan yang digoreng dengan minyak yang mengandung asam lemak jenuh akan dimetabolisme oleh tubuh, akhirnya akan meningkatkan profil lipid dalam darah. Asam lemak diketahui berpengaruh terhadap peningkatan kadar kolesterol total, terutama kolesterol LDL (kolesterol jahat). “Jadi, hati-hati kalau membeli makanan yang digoreng, lebih-lebih jika minyak yang digunakan sudah berwarna kecokelatan atau jelantah,”, banyak cara untuk mencegah penyakit degenaratif salah satunya adalah dengan melakukan pola makan yang baik yaitu tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang berlemak dan berkolesterol, melakukan olahraga secara teratur, dan menghindari rokok. “Pada dasarnya semua makanan baik dikonsumsi untuk tubuh, namun yang sering membuat makanan tersebut menjadi tidak baik adalah sumber yang telah terkontaminasi dan cara pengolahan makanan yang dilakukan

sifat kimia tanah yang harus diketahui


sifat kimia yang harus di analisis :
(a) reaksi tanah atau pH tanah,
(b) koloid tanah,
(c) kandungan C-organik tanah,
(d) N-total tanah,
(e) C/N tanah,
(f) P-total tanah,
(g) P-tersedia tanah,
(h) kation-kation basa tanah, meliputi: K, Na, Ca, dan Mg,
(i) kation asam tanah, meliputi: Al, Fe dan H,
(j) kapasitas tukar kation total tanah atau KTK-total tanah,
(k) kapasitas tukar kation efektif tanah atau KTK-efektif tanah,
(l) kejenuhan basa tanah (%),
(m) kejenuhan aluminium tanah (%), dan
(n) kandungan bahan organik tanah.  


Beberapa Sifat Fisika Tanah yang penting diketahui adalah:
(1) Tekstur Tanah
(2) Struktur Tanah
(3) Warna Tanah
(4) Kerapatan Jenis (Buld Density ) Tanah
(5) Ruang Pori Tanah (Pori Makro dan Pori Mikro)
(6) Daya Menahan Air Tanah
(7) Konsistensi Tanah
(8) Permeabilitas Tanah
(9) Nilai Cole Tanah
(10) Temperatur Tanah
Pentingnya pH tanah
pH tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Potassium/kalium (K), dan Pospor (P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit.
Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.
Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.
Herbisida, pestisida, fungsisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman juga dapat meracuni tanaman itu sendiri. Mengetahui pH tanah, apakah masam atau basa adalah sangat penting karena jika tanah terlalu masam oleh karena penggunaan pestisida, herbbisida, dan fungisida tidak akan terabsorbsi dan justru akan meracuni air tanah serta air-air pada aliran permukaan dimana hal ini akan menyebabkan polusi pada sungai, danau, dan air tanah.
Bahan organic dalam tanah
Tanah tersusun dari: A.bahan padatan, (b) air, dan (c) udara. Bahan padatan tersebut dapat berupa: (a) bahan mineral, dan (b) bahan organik. Bahan mineral terdiri dari partikel pasir, debu dan liat. Ketiga partikel ini menyusun tekstur tanah. Bahan organik dari tanah mineral berkisar 5% dari bobot total tanah. Meskipun kandungan bahan organik tanah mineral sedikit (+5%) tetapi memegang peranan penting dalam menentukan Kesuburan Tanah.

Definisi Bahan Organik
Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya.

Sumber Bahan Organik Tanah
Bahan organik tanah dapat berasal dari:
(1) sumber primer, yaitu: jaringan organik tanaman (flora) yang dapat berupa: (a) daun, (b) ranting dan cabang, (c) batang, (d) buah, dan (e) akar.
(2) sumber sekunder, yaitu: jaringan organik fauna, yang dapat berupa: kotorannya dan mikrofauna.
(3) sumber lain dari luar, yaitu: pemberian pupuk organik berupa: (a) pupuk kandang, (b) pupuk hijau, (c) pupuk bokasi (kompos), dan (d) pupuk hayati.

Mineral Tanah

Bahan mineral tanah merupakan bahan anorganik tanah yang terdiri dari berbagai ukuran, komposisi dan jenis mineral. Mineral tanah berasal dari hasil pelapukan batuan-batuan yang menjadi bahan induk tanah. Pada mujlanya batuan dari bahan induk tanah mengalami proses pelapukan dan menghasilkan regolit. Pelapukan lebih lanjut menghasilkan tanah dengan tektur masih kasar.